Muh Afnan Hadikusumo: Pembangunan DIY Harus Berwawasan Pendidikan, Kebudayaan dan Pariwisata

Muh Afnan Hadikusumo: Pembangunan DIY Harus Berwawasan Pendidikan, Kebudayaan dan Pariwisata

Sebagai salah satu daerah tujuan wisatawan yang terkemuka, Yogyakarta menggambarkan potensi Provinsi ini dalam kacamata kepariwisataan. Jumlah Pendapatan Asli Daerah (PAD) Provinsi Yogyakarta melalui Sub Sektor Kepariwisataan pada tahun 2014 berkontribusi Rp. 236 Milyar yang terdiri dari pajak Hotel atau Restoran dan pajak Tontonan atau Hiburan dengan proporsi masing masing 81,4 persen dan 6,6 persen. Dengan kata lain ada kenaikan 25,5 persen PAD sektor kepariwisataan Yogyakarta dari tahun 2013 yang hanya sebesar Rp. 188 Milyar (BPS DIY dan Dinas Pariwisata Yogyakarta, 2015).

Pariwisata merupakan salah satu dalam sektor prioritas yang dapat diandalkan Yogyakarta sehingga dapat meningkatkan geliat aktivitas ekonomi, memperbesar penerimaan Pendapatan Asli Daerah, memeperluas pemerataan kesempatan berusaha dan menciptakan lapangan kerja bagi masyarakat. Menanggapi fakta tersebut Afnan Hadikusumo disela-sela menjadi pembicara pada acara PCA Se-Sleman di gedung Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kabupaten Sleman dilanjutkan dengan diskusi UMUM Angkatan Muda Muhammadiyah se-Kabupaten Sleman menguraikan gagasan besar terhadap pembangunan di Daerah Istimewa Yogyakarta (21/04/2018) “Pembangunan di DIY itu lebih fokus pada pembangunan kebudayaan, pendidikan kemudian pariwisata harus tetep dipertahahankan, karena keterbatasan sumberdaya alam yang ada di DIY”, pungkas DPD RI Komite III asal Yogyakarta.

Selanjutnya, senator yang merupakan cucu dari Pahlawan Nasional meyakini bahwa keterbatasan sumberdaya alam Yogyakarta dapat disiasati, maka pendapatan daerah dapat dititik beratkan pada bidang pariwisata, yang ditumpu didukung oleh bidang pendidikan yang, tentunya berimplikasi secara langsung pada pemasukan dari aktifitas ekonomi disekitar kawasan wisata ataupun perguruan tinggi. “Nantinya mepengaruhi PAD, secara langsung membuka lapangan pekerjaan kos-kosan, mahasiswa dari luar membangkitkan perekonomian di wilayah Yogyakarta karena ada pelajar yang datang maka membuka lapangan pekerjaan fotocopy, bisnis pelaratan kantor dan alat tulis, PAD dan reterebusi”, jelas Afnan Hadikusumo.

Leave a Reply

Your email address will not be published.Required fields are marked *